selamat malam

Rabu, 06 Juni 2012

PENGERTIAN BERITA

1.    BERITA
A.    Pengertian Berita
Berita adalah laporan tercepat mengenai fakta atau ide terbaru yang benar, menarik dan atau penting bagi sebagian khalayak, melalu media berkala seperti surat kabar, radio, televise atau media on-line internet. Secara umum,berita mempunyai bagian –bagian dalam susunannya yaitu :
1.    Headline
Bias disebut judul, sering juga dilengkapi dengan anak judul. Ia berguna untuk : (1) menolong pembaca agar segera mengetahui peristiwa yang akan di beritakan, (2) menonjolkan satu berita dengan dukungan teknik grafika.
2.    Deadline
Ada yang terdiri atas nama media massa,tempat kejadian dan tanggal kejadian. Tujuannya  adalah untuk  menunjukan tempat kejadian dan inisial media.
3.    Lead
Lazim disebut teras berita. Biasanya di tulis pada peragraf pertama sebuah berita. Ia merupakanunsur yang penting dari sebuah berita yang menentukan apakah isi berita akan dibaca atau tidak. Ia merupakan sari patih sebuah berita, yang melukiskan  seluruh berita secara singkat.
4.    Body
Atau tubuh berita, isinya menceritakan peristiwa yang dilaporkan dengan bahasa yang singkat, padat dan jelas. Dengan demikian Body merupakan perkembangan berita.
B.    Langkah-langkah menulis berita
1.    Mencari berita
Bagaiman cara informasi atau berita di media massa? Tentu saja harus dicari yang didahului dengan perencanaan di dapur redaksi. Misalnya mencari berita tentang pemilihan rector salah satuperguruan tinggi swasta. Persiapan yang perlu di lakukan yaitu mencari informasitentang nama-nama yang muncul dalam bursa kandidat rector,namun mekanisme pemilihan rector, jadwal pendaftaran bakal calon rector, persyaratan bagi para calon rector, jadwal penyampaian visi-misi calon rector, jadwal penetapan calon rector, serta jadwal pemulihan rector. 
Selain itu, wartawan menemui dan mewawancarai para bakal calon rector, serta meminta pendapat dari berbagai pihak di kampus, antara lain rector yang sedang atau masih menjabat  ketua yayasan, dosen  dan mahasiswa.
2.    Membuat berita
Berbagai informasi yang telah di kumpulkan itu kemudian diolah dan di ramu dalam rangkaia “kalimat yang mengandung unsur  5w + 1H. 5W dimaksud yaitu “ what” (apa), “who” (siapa), “when” (kapan), “where” (dimana), “why” (mengapa), sedangkan 1H dimaksud yaitu “how” (bagaimana).
Ada banyak model berita, tetapi pada dasarnya berita di bagi menjabi dua jenis, yaitu berita langsung (straight mews) dan berita tidak langsung  (feature news). Berita langsung adalah berita yang langsung mengemukakan unsur  5W + 1H pada paragrap awal (alinea pertama hingga alinea kedua), sedangkan berita tidak langsung biasanya diawali dengan kata-kata atau kalimat yang menarikpada paragrap – paragraf  awal, sedangkan unsur  5W + 1H terurai dalam paragraf –paragraf  berikutnya.
3.    Konstruksi berita
Bangunan atau konstruksi berita terdiri dari 3 unsur , yakni judul berita, teras berita, serta kelengkapan atau penjelasan berita. Berita langsung biasanya  menggunakan bangunan seperti piramida terbalik. Dengan menggunakan metode piramida terbalik, informasi- informasi yang kurang penting atau tidak penting dapat dibuat jika tempat (di halaman Koran, tabloid, majalah). Atau waktu yang tersedia (TV, dan radio) terbatas.
Informasi  yang dibuang atau di penggal tentu saja di harapkan tidak mengurangi atau mengganggu inti berita secara keseluruhan, karena semua fakta yang penting telah di kemukakan pada paragraf awal. Model pemberitaan “ straight news “  terutama di tunjukan bagi orang –orang yang sibuk atau tidak mempunyai waktu luang untuk membaca, mendengar, atau menonton suatu pemberitaan.
Dalam penyusunan berita supaya isi dari berita itu benar-banar lengkap harus melibatkan pertanyaan yang biasa disebut dengan Adiksimba. Apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana. Misalnya mengajukan pertanyaan seperti di bawah ini.
1.    Apa yang terjadi?
2.    Siapa yang terlibat didalamnya?
3.    Kapan terjadinya?
4.    Di mana kejadiannya?
5.    Mengapa hal itu bisa terjadi?
6.    Bagaimana pemerintah menyikapi hal itu?
Pertanyaan di atas, dikembangkan ke dalam contoh bertita di bawah.

 Contoh berita :
Oknum TNI Terlibat Jaringan Pengoplos Miras Ilegal
    TNI yang diduga terlibat dalam pengoplosan minuman keras (Miras) ilegal (5/7). Oknum tersebut berinisial LD yang kini sedang diproses di Kodim 1417 kendari untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
    Penangkapan terhadap LD berawal dari laporan masyarakat tentang adanya dugaan pengoplosan miras ilegal di Kelurahan Benu-benua. Setelah polisi melakukan penggeledahan ternyata informasi tersebut benar. Dalam penggeledahan itu, polisi menyita 15 dos Miras dengan label Kura Bangau.
    Informasi yang dihimpun, terbongkarnya terbongkarnya kasus pengoplosan Miras ilegal tersebut berawl dsari tewasnya tiga warga Kelurahan Benu-benuayang diduga akibat pengonsumsian Miras oplosan tersebut. Ketiga korban tersebut menenggak Miras pada hari Minggu (4/7) sektar pukul 08.00Wita.bersama lima rekan lainnya.
Dari kejadian tersebut, informasi kemudian sampai ke kepolisian. Tim dari Direktorat Narkoba Sultra langsung memelakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut dan berhasil mengungkap pengoplosan Miras ilegal.

2.  Langkah-langkah Membuat IKLAN
1. Pelajari dengan seksama apa yang akan diiklankan. Apakah sebuah produk, jasa atau pengumuman? Ingat ya, pelajari! Dengarkan, lihat dan baca iklan-iklan sebelumnya. Sering terjadi pembuat iklan tidak mengerti tentang produk/jasa yang akan dibuatkan iklannya. Celaka 12. Selain memelajari produknya, pelajari juga produk/jasa pesaingnya. Dengarkan, tonton dan baca juga iklan-iklan para pesaing tersebut. Analisis semua hasil pengamatan tersebuut.
2. Pelajari dengan seksama apa tujuan iklan tersebut. Apakah perkenalan, pencitraan, memelihara produk atau menjual?
3. Lakukan brainstorming ide (lebih baik dilakukan oleh lebih dari satu orang). Di biro iklan, brainstorming ide dilakukan oleh beberapa kelompok, yang setiap kelompoknya terdiri dari beberapa orang. Mereka mengadu idenya dan berdebat, saling memertahankan ide. Di radio mungkin tidak bisa seperti itu karena keterbatasan sumber daya manusia. Tapi, brainstorming bisa dilakukan secara informal antara program director, tim sales dan produser iklannya. Jangan pernah menyerahkan pembuatan iklan ini kepada satu orang saja tanpa brainstorming.
4. Pilihlah ide yang paling kreatif dan sesuai dengan point 1 dan 2. Semakin banyak kepala pasti jumlah idenya semakin banyak juga.
5. Buatlah naskah yang terbaik berdasarkan point 3 dan 4. Ingat patokan-patokan menulis naskah radio, yang berbeda dengan menulis naskah media lainnya.. Kalau belum tahu patokan-patokan menulis naskah radio, baca kembali. Menulis untuk radio artinya menulis untuk telinga bukan untuk mata. Telinga punya banyak keterbatasan dalam menangkap pesan. Apalagi jika harus mengingat sesuatu, telinga jauh berada di bawah kemampuan mata. Banyak sekali pelaku radio yang mengabaikan hal semacam ini. Misalnya dalam penulisan dan penyebutan nomor telpon. Sering hanya disebut sekali saja secara cepat. Lebih parah lagi karena nomor telpon yang disebut terburu-buru itu tidak hanya satu, kadang 2 atau 3 nomor telpon. Alamaaaak!
6. Lengkapi dengan sound effect dan musik yang pas. Ingat, setiap musik memiliki hak cipta sehingga harus hati-hati dalam penggunaannya. Kalau punya alat dan kemampuan, buatlah musik kreasi sendiri. Sudah banyak software tentang musik. Atau rekam saja piano/organ atau gitar di studio Anda.
7. Pilih narator dan voice over yang tepat. Sering terdengar iklan di radio buatan radio itu sendiri, berisi suara yang kurang pas. Mungkin karena punggawanya terbatas. Seharusnya itu bukan hambatan. Stok suara – kalau mau berusaha sedikit – pasti tidak akan pernah kekurangan.
8. Berkreasilah… Iklan yang berhasil adalah yang bisa menghibur, memorable dan menggugah.


Contoh Iklan
Anda tidak pede beli beras di kios-kios atau tidak ada waktu, lantaran banyak kegiatan. Kami mengatasi masalah Anda dengan menyediakan beras pesan langsung antar. Harga perliter Rp 4.800,00 dengan merek Ayam Jago, kualitas terjamin. Bisa pesan 5 liter, 10 liter, 15 liter atau terserah Anda yang penting tidak kurang dari 5 liter. Jika kualitas tidak sesuai harapan Anda, beras bisa dikembalikan. Anda berminat silahkan hubungi kami di nomor: 085241765894 atau 085696607656. Bisa sms atau telepon.

3.   Surat Resmi dan Tidak Resmi
A.   Surat Resmi
     Bagian-bagian Surat Resmi
1.    Kepala surat atau kop surat : Nama instansi/lembaga/perusahaan dll, alamat instansi terkait,    logo     instansi (dari pengirim surat)
2.     Ada nomor surat : No urutan surat yang dikirimkan
3.     Lampiran : berapa jumlah lembar yang disertakan selain surat
4.     Hal : Pemberitahuan tentang isi surat
5.    Tanggal surat
6.    Alamat tujuan
7.     Salam pembukaan
8.    Isi surat
9.     penutup surat : salam penutup, jabatan, tanda tangan, nama
10.    tembusan surat, berupa penyertaan/pemberitahuan kepada atasan tentang adanya suatu kegiatan


Contoh Surat Resmi
SD 7 LOHIA
Jl. POROS Napabale Desa Lohia, Kecamatan Lohia
                No. Telp. 021-789521 35            
                                    29 Mei 2011
Nomor : 023/SD 7 Lha/XII/2011
Lampiran : 1 Lembar
Perihal : Pemberitahuan

Kepada
Yth, Bapak/Ibu/Orang Tua/Wali Murid
Di-
        Lohia

Dengan Hormat,
Agar terwujudnya keinginan anak-anak kami semua yaitu lulus dengan nilai yang sempurna, kami telah membuat suatu langkah agar anak-anak Ibu dan Bapak semua dapat lulus dengan hasil yang maksimal.
Kami berharap Bapak dan Ibu dapat memberikan suatu dorongan atau suatu motivasi untuk ikut mensukseskan program belajar kami yaitu SUKSES TO UN. Acara ini akan kami laksanakan pada :

Hari, tanggal : Kamis, 1 Desember 2008
Waktu : 08.00-10.00 WIB
Tempat : Ruang Serbaguna Lt. 3
Motivator : Bpk. Suryo Saputro
Tujuan dari acara ini adalah agar Bapak dan Ibu dapat memberikan motivasi dan mendorong semangat belajar anak. Dan tolong jangan sia-siakan waktu hanya untuk bermain.
Sekian pemberitahuan dari kami. Atas perhatianya kami ucapkan terima kasih.

Kepala Sekolah SD Pelita



Bpk. Yasrillah S.Pd.

Tembusan :
Ketua Yayasan SD Pelita

B.    Surat Tidak Resmi
Bagian-bagian Surat Tidak Resmi
(1) Tidak menggunakan kop surat/kepala surat
(2) Tidak menggunakan nomor surat
(3)  Tanggal surat
(4) Salam pembuka dan penutup surat bervariasi
(5) Penggunaan bahasa bebas, sesuai dengan keinginan si penulis surat.
(6) Format surat, bebas

Contoh Surat tidak Resmi

Raha, 5 Mei 2011
Temanku, Khalid 
Jalan H.E.A. Mokodompit
Kendari
 Assamu'alaikum warahmatullahi wabarukatuhu
 Halo Khalid, apa kabar? Aku harap kamu baik-baik saja. Kalau aku sih alhamdulillah baik-baik saja, aku berharap kamu pun begitu. Eh, nanti pas liburan aku mau ke rumahmu sambil menikmati keindahan di Kendari . Sekian dulu ya, kutunggu balasan suratmu.Wassalamu'alaikum.

                                                                            Teman Kamu

Adhimas Aulia M.

4.    Opini dan Fakta
1.    Opini
Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
1.    Tulislah argumentasimu seputar latar belakang masalah, mengapa persoalan tersebut layak untuk disikapi. Karena itu kamu harus bisa mendetailkan problem tersebut.
2.    Ungkapkan akar masalah dari persoalan tersebut, mengapa terjadi dan menggejala. Apakah faktor natural atau ada pihak-pihak penyebab
3.    Lakukanlah analisis pada persoalan tersebut
4.    Kemudian buatlah solusi yang kamu tawarkan, berikan juga argumentasi solusi yang kamu tawarkan seakurat dan seefektif apa solusi yang kamu berikan.
5.    Buatlah kalimat penutup dengan ungkapan yang menggelitik hingga pembaca menjadi berkesan dengan tulisanmu
Contoh Opini
Di lingkungan kampus sering terjadi tawuran. Hal itu dimungkinkan terjadi karena adanya diskriminasi etnis dan suku. Tawuran yang sering terjadi melibatkan semua kalangan, baik kalangan remaja hingga orang tua. Namun, kalangan yang paling banyak adalah mahasiswa. Tawuran itu dengan ,mengatasnamakan suku. Untuk mensghindari agr tidak terjadi lagi tawuran di lingkungan kampus harus menggeneralisasikan atau memandang semua suku itu sama. Dengan begitu akan menekan terjadinya tawuran di lingkungan kampus.
2.     Fakta
Fakta diambil dari data yang ada. Data itu harus objektif, tanpa memikirkan apa yang menjadi resiko ketika mengangkat tulisan itu. Artinya, fakta berdasarkan kenyataan yang ojektif bukan subjektif atau berdasarkan data empirik.
Contoh Fakta
Hujan binatang sudah jadi fenomena cuaca yang relatif umum, dilaporkan terjad di berbagai belahan dunia. Binatang seperti jatuh dari langit layaknya hujan, biasanya ikan atau kodok. Kadang binatang yang jatuh masih hidup, menunjukkan bahwa rentang waktu ekstraksi dan saat jatuh lumayan pendek. Beberapa saksi menggambarkan binatang-binatang itu tampak takut, meskipun sehat, dan berlaku lumayan wajar setelah kejadian. Pada beberapa kejadian, binatang jatuh dalam keadaan beku dan mati, bahkan ada yang masih terkurung dalam balok es.
Bukti betapa kuatnya kekuatan cuaca membawa mereka ke ketinggian di bawah nol derajat. Peristiwa hujan kodok terakhir terjadi di Serbia (2005), London (1998) dan hujan ikan di India (2006) dan Wales (2004). Di Honduras, Lluvia de Peces (Hujan Ikan) adalah fenomena unik yang sudah terjadi selama lebih dari seabad, Terjadi di Departamento de Yoro, antara bulan Mei dan Juli. Saksi dari peristiwa ini menyatakan bahwa ini dimulai dengan awan hitam gelap di langit yang dibarengi dengan guntur dan angin kencang dan hujan lebat selama 2 sampai 3 jam. Setelah hujan berhenti , ratusan ikan hidup ditemukan di tanah. Orang-orang mengambilnya untuk dimasak.

5.    Karya Ilmiah
Langkah-langkah penulisan Karya Tulis Ilmiah diantaranya :
1.    Memilih Topik dan Tema.
2.    Mengumpulkan Bahan
3.    Survei Lapangan
4.    Membangun Bibliografi
5.    Menyusun Hipotesis
6.    Menyusun Rancangan Penelitian
7.    Melaksanakan percobaan berdasarkan metode yang direncanakan
8.    Melaksanakan pengamatan dan pengumpulan data
9.    Menganalisis dan menginterpretasikan data
10.    Merumuskan kesimpulan dan atau teori
11.    Melaporkan hasil penelitian

A.    Pengertian Karya Ilmiah
               Karya tulis ilmiah merupakan karya tulis yng di susun oleh ilmuan atau masyarakat akademis sebagai karya puncak atau karya monumental yang menandai kapakarannya.
B.   Jenis-jenis Karya Tulis Ilmiah:
a)    Makalah
              Karya tulis yang memuat pemikiran tentang suatu masalah disertai analisis logis dan objektif. Secara umum tujuan penulisan makalah adalah untuk kepentingan penyajian hasil penelitian atau gagasan pemikiran dalam suatu diskusi. Oleh karena itu, makalah umumnya ditulis secara singkat dan ringkas tanpa bab-bab
b)    Kertas kerja
             Kertas kerja pada prinsipnya sama dengan makalah. Kertas kerja dibuat dengan analisis lebih dalam dan tajam. Kertas kerja ditulis untuk dipresentasikan pada seminar atau lokakarya, yang biasanya dihadiri oleh ilmuwan. Pada ‘perhelatan ilmiah’ tersebut kertas kerja dijadikan acuan untuk tujuan tertentu. Bisa jadi, kertas kerja ‘dimentahkan’ karena lemah, baik dari susut analisis rasional, empiris, ketepatan masalah, analisis, kesimpulan, atau kemanfaatannya.
c) Artikel
             Artikel adalah karya tulis yang dirancang untuk penerbitan jurnal ilmiah. Artikel ini ditulis secara ringkas dan berisi hal-hal penting. Karena ringkas, maka ia tidak memiliki bab-bab. Artikel ilmiah dapat berupa hasil penelitian atau gagasan konseptual
d) Skripsi
             Skripsi adalah karya tulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Bobotnya 6 satuan kredit semster (SKS) dan dalam pengerjakannya dibantu dosen pembimbing. Dosen pembimbing berperan ‘mengawal’ dari awal sampai akhir hingga mahasiswa mampu mengerjakan dan mempertahankannya pada ujian skripsi.
e) Tesis
             Tesis adalah jenis karya ilmiah yang bobot ilmiahnya lebih dalam dan tajam dibandingkan skripsi. Ditulis untuk menyelesaikan pendidikan pascasarjana. Mahasiswa melakukan penelitian mandiri, menguji satu atau lebih hipotesis dalam mengungkapkan ‘pengetahuan baru’.
f) Desertasi
             pencapaian gelar akademik tertinggi adalah predikat Doktor. Gelar Doktor (Ph.D) dimungkinkan manakala mahasiswa (S3) telah mempertahankan disertasi dihadapan Dewan Penguji Disertasi yang terdiri dari profesor atau Doktor dibidang masing-masing. Disertasi ditulis berdasarkan penemuan (keilmuan) orisinil dimana penulis mengemukan dalil yang dibuktikan berdasarkan data dan fakta valid dengan analisis terinci.
g) Buku teks dan buku ajar
             buku teks dan buku ajar merupakan karya ilmiah yang berisi suatu materi kuliah atau pelajaran untuk mendukung keberhasilan dalam proses pembelajaran, baik di perguruan tinggi atau di sekolah
ciri-ciri karya ilmiah adalah sebagai berikut :
1.    Objektif
 keobjektifan tampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya.
2.    Netral
kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok
3.    Sistematis
4.     karya ilmiah dapat dikatakan sistematis jika mengikuti pola pengembangan tertentu. Misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dsb.
5.    Logis
kelogisan pada karya ilmiah dapat dilihat pada pola nalar yang digunakannya.
6.    menyajikan fakta
7.    setiap pernyataan, uraian, atau kesimpulan dalam karya ilmiah harus berbentuk faktual.
C.   Langkah-langkah dalam Menulis Karya Ilmiah
              Ada 4 langkah dalam menulis karya ilmiah :
1. pemilihan Topik atau Tema
2. membuat Kerangka Tulisan
3. penulisan Draft
4. penyutingan Naskah
D. Menyusun Kerangka
           Kerangka adalah garis besar atau rancangan isi karangan yang dikembangkan dari topik yang telah ditentukan. Ide-ide atau gagasan-gagasan yang terdapat dalam kerangka pada dasarnya adalah penjelas atau ide bawahan topik. Suatu kerangka dikatakan utuh bila bagian-bagian yang ada di dalamnya menjelaskan semua permasalahan yang terdapat dalam topik. kecermatan suatu kerangka ditandai oleh adanya gagasan penjelas yang terdapat pada subbab.
E. Tahapan Penyusunan Kerangka
       Ada beberapa tahapan dalam menyusun kerangka dalam menulis karya ilmiah antara lain:
1.  catatlah semua gagasan yang berhubungan dengan topik;
2.    kelompokkanlah gagasan-gagasan yang sudah dicatat pada langkah pertama berdasarkan kriteria tertentu;
3.    urutkan kelompok-kelompok gagasan tersebut secara sistematis;
4.     menambahkan gagasan pada bagian yang kurang dan menghilangkan gagasan yang berlebih dan tidak perlu;
5.    sesuaikan kerangka berdasarkan pola atau konvensi kerangka pada jenis karya tulis ilmiah tertentu, atau berdasarkan pedoman penulisan yang telah ditetapkan.


Contoh Karya Ilmiah
Cara Mengalahkan Dorongan Nafsu dan Dosa

Abstrak

Manusia baru dapat terhindar dari penyakit dosa dan kejahatan-kejahatan tatkala ia meyakini bahwa dosa dan kejahatan itu lebih berbahaya dan lebih memudhoratkan dari seorang pencuri, ular atau binatang buas lainnya dsb. Dan tatkala keperkasaan, keagungan serta wibawa Allah setiap saat menjadi pertimbangannya.
Dalam keseharian kita, terlihat nyata bahwa manusia dapat meninggalkan keinginan, kemauan, dan kehendak-kehendak hatinya. Misalnya seorang yang sakit diabetes, dokter benar-benar melarangnya dari memakan makanan yang manis. Maka orang itu, demi nyawanya, menyentuh makanan-makanan manis pun dia tidak mau. Jadi demikian pula halnya keinginan rohani dan dorongan nafsu. Jika keagungan dan keperkasaan Allah ta'ala telah tertanam di dalam kalbunya dengan benar, maka sikap tidak mentaati Allah akan dia rasakan lebih buruk dari memakan api dan lebih buruk dari maut. Sekian banyak manusia mengetahui kekuasaan dan wibawa Allah ta'ala, dan sekian banyak dia meyakini bahwa mengingkari-Nya merupakan suatu hukuman yang berat, maka sebanyak itu pulalah akan menjauhi dosa, kemungkaran dan menjauhi sikap melawan hukum. Lihat sebagian orang mengalami "kematian" sebelum maut datang. Apa yang dialami oleh para akhyaar, abdaal, dan quthub, apa yang terdapat pada diri mereka? Jawabannya adalah keyakinan itu tadi. Pengetahuan yang penuh yakin serta qath'i, secara pasti dan secara fitra memaksa seseorang untuk suatu hal tertentu. Persangkaan mengenai Allah ta'ala tidaklah dapat mencukupi. Keraguan tidak tidak dapt memberi manfaat. Pengaruh telah ditanamkan hanya di dalam keyakinan. Pengetahuan yang penuh keyakinan mengenai sifat-sifat Allah ta'ala, justru lebih banyak memberikan pengaruh dibandingkan pengaruh yang ditimbulkan oleh halilintar yang sangat menakutkan. Akibat pengaruh itulah orang-orang menundukkan kepala dan membungkuk. Jadi seberapa banyak keyakinan yang dimiliki seseorang, sebanyak itu pulalah dia akan menghindari dosa.





6.    Langkah-langkah dalam menulis artikel:
•    Menguji gagasan
Prinsip paling dasar dari  melakukan kegiatan menulis adalah menentukan atau memasatikan topik atau gagasan apa yang hendak di bahas. Jika, sudah di tentukan gagasannya, kita bisa melakukan sejumlah pengujian.
(georgina dalam Pranata 2002:124;band nadeak 1989:44)
•    Pola penggarapan artikel
Ketika hendak menulis artikel, kita tidak hanya diperhadapkan pada satu kemungkinan. Soesono (1982:16-17) memaparkan setidaknya lima pola yang bisa di gunakan untuk menyajikan artikel tersebut. Pola pemecahannya antara lain:
•    Pola pemecahan topik :
 Pola ini untuk memcah  topik yang masih berada dalam lngkup pembicaraan yang menjadi subtopik / bagian yang lebih sempit ligkupnya kemudian di analisa.Pola dan pemecahannya : pola ini lebih da hulu mengemukakan masalah yang masih berada dalam lingkup pokok bahasan yang diberi dengan jelas. Kemudian menganalisa pemecahan masalah yang di kemukakan.
•    Pola kronologi : pola ini menggambarkan topik yang menurut urut-urut dan peristiwa yang terjadi.
•    Pole pendapat : pola ini bisa di pakai jika penulis yang bersangkutan hendak mengemukakan pendapatnya sendiri tentang  topik yang di kerjakan.
•    Pola perbandingan : pola ini membandingkan dua aspek atau lebih dari suatu topik dan menunjukkan persamaan dan perbedaannya. Pola pembandingan paling sering di gunkan untuk menyusun tulisan.
Menulis bagian pendahuluan
Untuk bagian pendahuluan, ada tujuh macam bentuk pendahuluan yang bisa digunakan (Soesono 1982 : 42).  Dengan dari tujuh bentuk pendahuluan dapat menjadi alternatif untuk mengawali penulisan artikel.
•    Ringkasan
Pendahuluan yang berbentuk ringkasan mengemukakan isi tulisan secara garis besar
•    Pernyataan yang menonojol
Pertanyaan yang berisi tentang ketertarikan atau kekaguman agar bertujuan untuk membuat pembaca merasa tertarik
•    Pelukisan
Pendahuluan yang melukiskan suatu fakta, kejadian, atau hal untuk membuat pembaca ingin tahu / ikut membayangkan bersama penilisan apa-apa yang hendak disajikan dalam artikel.
•    Anekdot
Pembukaan jenis ini menawan karena memberi selingan kepada non fiksi seolah-olah menjadi fiksi
•    Pertanyaan
Pendahuluan ini memberikan rangsangan keingintahuan sehingga dianggap pendahuluan yang bagus / baik.
•    Kutipan orang lain
Pendahuluan berupa kutipan seseorang dapat langsung menyentuh rasa si pembaca, sekaligus membawanya ke pokok bahasan yang akan dikemukakan dalam artikel itu
•    Amanat langsung
Pendahuluan berbentuk amanat langsung kepada pembaca agar akan terasa lebih akrab karena seolah-olah tertuju kepada perorang-orangan.
Menulis bagian pembahasan atau  tubuh utama
Untuk ini di sarankan bagiannya di pecah menjadi beberapa bagian masing-masing di batasi dengan subjudul-subjudul. Selain memberi kesempatan agar pembaca beristirahat sejeak.  Subjudul itu juga bertugas sebagai  penyegar, pemberi semangat baca yang baru (Soesono 1982: 46). Oleh karena itu, ada baiknya subjudul tidak di tulis secara kaku.
Menutup artikel
Dalam sebuah artikel bagian yang menentukan adalah penutup. Bagian ini biasanya memuat simpulan dari isi tulisan secara keseluruhan,  bisa saja berupa saran, imbalan, ajakan dan sebagainya (Tartono 2005:88)
Pemeriksaan isi artikel
Ketika selesai menulis artikel, hal selanjutnya yang perlu kita lakukan ialah melakukan pemeriksaan menyeluruh. Untuk memastikan bahwa tulisan yang kita hasilkan kita baik, kita harus rajin memeriksa tulisan kita. Untuk  memudahkan mengoreksikan artikel, beberapa pertanyaan dapat membantu kita dalam menjawab (Pranata 2002:129-130)
Untuk pembukaan, misalnya apakah kalimat pembuka bisa menarik pembaca? Dapatkah pembaca mulai mengerti ide yang kita tuangkan ? jika tulisan kita cenderung serius, adakah kata-kata yang tidak sepantasnya dikatakan?
Untuk isi / tubuh, apakah kalimat mendukung sudah benar-benar mendukung pembukaan ?  apakah masing-masing kalimat berhubungan dengan ide pokok ? dan lain lain.
Untuk kesimpulan, apakah mencangkup semua ide tulisan ? bagaimana sikap / tindakan kita terhadap kata-kata dalam kesimpulan yang di buat ?Jika kita memberikan respon “tidak” untuk tiap pertanyaan, berarti kita perlu mengecek / merevisi ulang artikel dengan mengganti dan menulis bagian yang salah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar